Langsung ke konten utama

Postingan

Review Sabun Bayik (untuk kulit sensitif)

Hay, mumpung lagi semangat nulis dan bayi lagi bobo, saya mau review bebearapa produk (sabun) yang pernah Zayn pake selama 10 bulan terakhir. langsung aja yess kebanyakan basa-basinya malah tar buibuk pada males bacanya..hhe oke.



Zayn punya kulit cukup sensitif dn kering, dy dr lahir kurang cocok dipakein sabun2 bayi merek2 umum yg gampang dicari di minimarket2..yg wangi2nya sgt sy sukai itu.

Awalnya saat baru lahir di hari kedua d rumah sakit, badan zayyan ada ruam2 yg menyebabkan zayyan harus minum obat alergi gak tega rasanya saat cairan kimia tsb masuk mulut bayi sekecil dn semerah itu...hiks. Tp ajaibnya setelah sampai rumah ruamnya ilang...

Pada perawatan hari-hari pertama Zayyan, sy pakai Pigeon Wash 2 in 1 bersama dengan produk lainnya seperti hair lotion, cologne, baby oil, dsb..oke2 saja sih ya, gk ada masalah di kulit zayyan yg saat itu masih dimandiin paraji 1 minggu sampai puput tali pusat. kenapa milih Pigeon untuk seperangkat perabotan lenong pertama Zayn, karena katanya …
Postingan terbaru
CURHATAN MAHMUD Part I

BELAJAR DARI -RASA- SAKIT. #sisipanParentingAlaAla

Jadi makin sadar bahwa anak, bagaimanapun harus diperhatikan kesehatannya secara fokus, se-detail apapun...anak boleh sakit, boleh kotor untuk mengetahui sejauh mana imunitasnya, kotor juga belajar...tp semua butuh pengawasan extra...jangan dibiarin2 gt juga. orangtua mana sih yang tega dan adem-ayem liat anaknya "ngerasain sakit"? saya mah sakiiiittt liatnya, berasa hati ditonjok2. bisa tampak tenang di luar adalah dengan selalu berpikir positif sebagai self-healing dr semua rasa sakit dan juga stress...anak rewel, gak ngerti maunya apa, pasti semua Ibu pernah merasakan...saya pun baru-baru ini merasakannya. cukup tarik napas dalam, berusaha tenang, berdoa, berbicara, membujuk pelan, dan yakin anak akan segera tenang dalam dekapan, kalau sudah terlalu lelah lebih baik diam sejenak tetap di dekatnya, atau kalau ada suami, tinggalkan...serahkan pd suami..lalu pergi ke kamar mandi untuk tenangkan diri. Emo…

DETIK-DETIK MENEGANGKAN (MENUJU KELAHIRAN LITTLE A)

Di kehamilan saya yang berusia 39 minggu, saat itu pukul 03.00 dini hari saya terbangun untuk buang air kecil, tidak lama kemudian saya merasa ada cairan seperti keputihan cair keluar, saya cek..warnanya PINK. segera saya bangunkan suami, "yang, udah pink nih...siap-siap,yuk" saat itu saya masih tenang dan masih bisa berusaha menelpon bidan di Bumi Ambu, masih bisa turun tangga, prepare2 bawaan, ganti baju, bolak-balik kamar mandi sambil terus pegang hp berusaha menelpon. memang sebelumnya saya dn suami sudah siap2 jika sewaktu-waktu saya melahirkan, karena memang sudah dekat waktunya.

Tidak lama kemudian datang kakak saya yang sudah ditelpon untuk mengantar kami ke Bumi Ambu. Lalu berangkatlah kami ke Bumi Ambu setelah saya dicekoki telur ayam kampung setengah matang campur madu, makan apapun untuk energi, dan teh manis hangat. sungguh walaupun sya masih tenang-tenang aja dan kontraksi yang datang pun masih bisa saya handle tingkat kesakitannya, saya tidak punya selera unt…

Welcome To The World, Little Boss

Diawali dengan pertanyaan: "Kok, bisa sih Tuhan?" dari benih bersifat mikroskopis tiba-tiba jadih makhluk hidup mengagumkan yang dinamai Bayi Manusia? kemudian, ternyata saya sekarang jadi Ibu...pun Iqbal, suami saya jadi Ayah, dan.. Kok bisa sih Tuhan dengan secepat kilat melenyapkan ingatan saya tentang rasa sakit ketika berjuang melahirkan bayi manusia. jujur, saya lupa tentang bagaimana rasa sakit itu...lupa merasakannya, tapi hanya ingatan tentang bagaimana perasaan saya saat itu setelah melahirkan. jika kamu pernah mengalami operasi-operasi kecil tanpa dibius, dihujam jarum suntik bertubi-tubi, dirobek, dirogoh...semua itu tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit saat kontraksi jelang persalinan. timbul-tenggelam seenak dia, tanpa bisa kita kontrol kecuali kita sendiri yang berjuang menahan diri untuk tidak mengejan sebelum waktunya...prosesnya bisa berjam-jam..bahkan berhari-hari. kebayang, kan? bahkan minta istirahat dulu aja gak bisa... :D beruntung, proses say…
Alhamdulillaahirabbil'alamiin akhirnya nemu mood lagi buat nulis blog setelah sekian lama vakum nulis-nulis absurd. hehehe... beda sama tulisan aku yang dulu-dulu, yang kebanyakan galau dan puitis, sekarang aku mau ubah lebih ke tulisan-tulisan informatif yang mudah-mudahan bermanfaat buat yang baca. sekarang aku sudah menikah dan alhamdulillah sedang hammil mau masuk 8 bulan...yeay! kurang lebih tinggal sebulan lagi lah ya menyambut buah hati kami yang pertama...huhuy. and guess what?! it's a baby boy inside my belly.. walaupun pada awalnya aku pingin anak cewe, tp setelah foto USG 4D dan ngeliat bayi dalem perut yang mukanya lumayan jelas, terabadikan di satu lembar foto...uughhh rasanyaaa, kangen teruuus. udah lupa sama keinginan sebelumnya. I do Love my little A sooo muchooo. sambil menikmati pergerakan-pergerakan bayi dalem perut yang semakin hari makin terasa lincah, kadang bikin pengen pipis mulu sampe susah mau berdiri...tapi itulah tantangannya. kaya waktu ngelew…

kenapa harus nangis??

Hmm…kenapa musti bahas ttg “Menangis” ya?! Hha Lagi pengen aja sih ya, belakangan entah krn “efek” dari gue yg lagi menstruasi hari ke Dua –setengah (karena dapetnya pas siang-siang dua hari yang lalu :p), belum lagi kerjaan yang numpuk, jadwal2 penting yang musti bertabrakan di akhir minggu bulan ini, dan karena….seseorg yang berhasil ngebuat gue “Kepo” kelas berat di tengah perkenalan kami yang super singkat. HaaAargghh!!! *curcol,bray.. Semuanya. Gue nulis ini sebenernya gak sambil atau baru selesai nangis sama sekali sih. Cuma disini… (Tunjuk Hati) kalau mata ngontrak lokasi di jantung, mungkin kosannya udah kebanjiran air mata karena lupa tutup kran (bzz..-_-). Bukan bakat gue sih nulis yang lucu-lucu. Kocaknya gue Cuma bisa org liat secara ‘ReaL’, mayoritas tulisan gue “Romance” Oke, baiklah. Balik lagi ke topic awal ya cuuu…. (berasa wanita beranjak dewasa berjiwa nenek-nenek gini) Semua orang di dunia ini pasti pernah nangis. Kata orang, Menangis itu bisa melegakan, atau me…

Tertahan

Banyak yang ingin ku sampaikan Tapi hanya kelu lidahku rasanya Satu titik gores pena di sudut kertas terhenti entah kapan melaju menggores kata demi kata Bukan, Belum saatnya untuk bercerita Biar langit yang bicara Selagi matahari inchi demi inchi merasuk kedalam selimut abu Tunggu, Biar air yang jatuh, sampai habis riaknya sampai angin menyapu semesta menggandeng hujan gemericik Sampai Tuhan tau, saat gelap, tebar lentera raksasa yang silau at: Mizan, 24-05-14, 14:21 wib